GRIDHOT.ID-Menurut primbon Jawa, weton seseorang dipercaya memiliki pengaruh terhadap karakter dan nasib hidup mereka.
Berikut adalah beberapa contohweton pewaris karisma dan pesona khodam bunga wijaya kusuma menurut primbon Jawa:
1. Senin Pahing
Orang yang lahir pada hari Senin Pahing cenderung memiliki karisma yang kuat dan daya tarik yang besar.
Mereka mampu mempengaruhi orang lain dengan mudah dan memiliki kepribadian yang memikat.
2. Selasa Pon
Mereka yang lahir pada hari Selasa Pon sering dianggap memiliki sifat yang ceria dan energik.
Baca Juga: 5 Weton Wanita yang Kebal Ilmu Hitam, Sosoknya Istimewa Karena Hal Ini
Mereka memiliki pesona yang menarik dan mudah menarik perhatian orang lain.
3. Rabu Wage
Individu yang lahir pada hari Rabu Wage cenderung memiliki kepribadian yang bijaksana dan karismatik.
Mereka bisa menjadi pemimpin yang kuat dan dihormati oleh banyak orang.
4. Kamis Kliwon
Orang yang lahir pada hari Kamis Kliwon dipercaya memiliki daya tarik yang kuat dan pesona yang memikat.
Mereka sering menjadi pusat perhatian dalam lingkungan sosial mereka.
Baca Juga: 3 Weton Bucin yang Selalu Rela Berkorban Meski Tidak Bahagia
5. Jumat Legi
Hari kelahiran ini dikaitkan dengan keberuntungan dan karisma yang besar.
Mereka yang lahir pada hari Jumat Legi sering dianggap memiliki nasib yang baik dan mampu memikat hati orang lain dengan mudah.
6. Sabtu Umanis
Individu yang lahir pada hari Sabtu Umanis cenderung memiliki kepribadian yang ramah dan mudah bergaul.
Mereka bisa menjadi pendengar yang baik dan memiliki kemampuan untuk membuat orang merasa nyaman di sekitar mereka.
7. Minggu Wage
Baca Juga: 4 Weton yang Memiliki Aura Suram, Sering Dianggap Kurang Baik
Orang yang lahir pada hari Minggu Wage cenderung memiliki sifat yang berani dan percaya diri.
Mereka memiliki pesona yang kuat dan mampu memimpin dengan tegas.
Itulah beberapa contoh hari kelahiran pewaris karisma dan pesona khodam bunga wijaya kusuma menurut primbon Jawa.
Namun, penting untuk diingat bahwa keyakinan ini merupakan bagian dari budaya dan tradisi tertentu, dan tidak selalu dapat diterapkan secara umum kepada setiap individu.
(*)